Lebih dari setahun saya tinggal di Depok, di rumah yang sekarang, hampir dua tahun Desember nanti. Sebelumnya on off, Jakarta-Depok-LA-Jakarta-Depok-Jerman-Jakarta-Depok lagi.
So far so good, tetangganya disini baik-baik. Itu salahsatu sebab saya betah tinggal di lingkungan ini. Kami satu RT, ketemu minimal sebulan sekali, biasalah, arisan. Arisan juga isinya ngga ngerumpi dan jualan saja, tapi juga bertukar kabar, siapa yang sakit, yang melahirkan, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa ibu yang rutin bertemu tiap minggu, baik di tempat les anak, di sport club, pengajian, ketika belanja sayur, atau bertemu ketika kami olahraga jalan pagi.
Kalau ketemu dalam jumlah besar, Bapak, Ibu, dan Anak-anak, kami ketemu 17 Agustus dan Halal bi Halal RT. Wah...itu sampe pasang tenda saking banyaknya yang datang. Tiap rumah iuran, dan kita makan-makan bareng.
Ketemu di jalan atau depan rumah pun, kami masih ngobrol sebentar, basa-basi, tapi lumayanlah...masih tau nama anak-anak tetangga. Tiap sore, terutama yang masih punya balita seperti saya, wuih, rame para balita main di depan rumah, yang lagi trend main sepeda, main skuter (otopet), ada juga yang sambil disuapi.
Bulan puasa di rumah saya, juga masih seperti jaman dulu ketika saya anak-anak, kita saling mengirimkan es campur, kue, cemilan atau apa saja ke tetangga yang sama-sama berpuasa. Wah senengnya, saya bisa nyoba tekwan, pastel, dan es campur jenis lain yang saya ngga bisa masaknya. Kadang-kadang malah tukaran es untuk berbuka puasa.
Sekali waktu, kami harus keluar kota minus si bungsu, Rifqi, karena sedang sakit. Selain titip ke Uti Kakungnya, Rifqi juga saya titipkan ke tetangga yang sayang sama Rifqi. Tetangga depan rumah ini rutin mengajak bungsuku main ke rumahnya. Alhamdulillah...seneng bisa seperti itu.
Begitu juga kalau ada yang pulang kampung agak jauh, ke Lampung atau ke Jawa Tengah, mereka akan titip rumah. "Ummi, titip diliatin ya rumah kami" mereka pesan begitu/ Walau basa-basi, setidaknya kami akan ikut memperhatikan apakah ada tamu yang tidak diundang saat mereka tidak ada.
Ya...tapi beberapa hari ini kami bertetangga sedang sedih, ada salahsatu tetangga yang putrinya kecelakaan berat. Masuk ICU. Tentu kami juga urunan, sedikit banyak membantu meringankan beban teman kami....
Semoga pertetanggaan yang baik ini berjalan terus dengan lancar....