Cuaca panas, suhu di Depok beberapa hari sudah diatas 32C. Alhasil satu demi satu anggota keluarga kami tumbang, yang agak parah Hanif, Rifqi dan Bapak, semua dengan gejala sama, sakit tenggorokan dan batuk.
Rifqi juga ndak mau makan, mengeluh sakit perut, setelah sepekan diobati sendiri (tanya dulu ke Uti dulu, obatnya apa) dan tak kunjung sembuh, kita ke Eyang Latif. Eyang Latif a.k.a dr.Abdul Latif Sp.A(K) di RS YPK Sabtu pagi, beliau adalah dokter ketiga anak kami. Dokter anak yang sabar dan mau menjawab semua pertanyaan pasien. Alhamdulillah, setelah obat diganti 2 hari kemudian Rifqi sudah mau makan, berangsur sembuh. Semoga tidak sakit lagi ya sayang...
Rifqi sembuh, Hanif ditengah malam batuk kungkung ( Oedema/bengkak tenggorokan) dan menjerit2 minta ke RS malam itu juga. Kata Hanif, rasanya tercekik. Apa boleh buat, oedem ini sakit Hanif sejak usia 2 bulan, oleh-oleh musim dingin Jerman thn 2002 saat itu, dan kambuh beberapa kali (mungkin 3-5 kali) setahun dengan kadar kegawatan berbeda-beda.
Jam 1.30 kami ke UGD RS Bunda Margonda. Alhamdulillah perawat dan dokternya sigap, ada 4 pasien masuk UGD, satu bayi 1 usia bulan, seorang kakek, seorang ibu dan Hanif. Setelah diperiksa, langsung Hanif pakai Oksigen untuk 30 menit, setelah nafas lega dan wheezing (bunyi ngik-ngik) mereda, Hanif diinhalasi. Alhamdulillah, dalam 1 jam kondisinya membaik, tidak usah dirawat karena kata dokter sudah jauh lebih baik dibanding waktu datang.
Kami mampir dulu beli lauk sahur, ternyata Margonda jam 2.30 ramai oleh anak kost dan orang-orang yang makan sahur di beberapa tempat, warung nasi uduk-pecel lele, RM Minang, warung soto betawi, dll. Wah....pengalaman baru, biasanya sahur kami di rumah saja.
Ah anak-anak, jangan sakit ya...semoga kalian sehat selalu, kita juga deng, emak bapaknya semoga sehat-sehat saja. Amiiin