
Telfonan dengan teman yg dulu pernah sama-sama mendampingi suami (suami masing-masing tentunya) sekolah, temanku kecewa, dan aku juga ikutan kecewa. Pasalnya, ada teman kami juga, yg belum kelar sekolah --dan beberapa teman yang seangkatan juga tahu, beliau belum dapat jadwal presentasi disertasi -- dalam suatu seminar mencantumkan gelar S3 di depan namanya.
Walah, suwer geduwer duwer, saya bukan pengagung gelar kesarjanaan. Banyak kearifan didapat dari mereka yang hatta, tidak pernah mengecap bangku sekolah. Tapi...tolonglah, jujur pada diri sendiri. Kalau belum selesai, kenapa gelar harus dipakai? Biar gaya? Biar keren? (maaf sarkastis....)
Toh bisa pakai keterangan :Kandidat Doktor atau apalah gitu.............
Bagaimana negara bisa maju? Kalau Guru yang harusnya diGugu dan di Tiru saja seperti itu ?
Semoga cuma kekhilafan beliau sesaat saja...waktu seminar ini saja. Tapi lainwaktu, jika terulang lagi, ya Allah, aku ngga tahu harus beropini apa?