Catatan Cinta Kami Sekeluarga

mia's posts with tag: orang tua

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag orang tua
Blog EntryOrang Tua TersayangNov 29, '07 10:24 PM
for everyone

Orang tua menempati posisi penting buat saya, tentunya sesudah Yang Maha Kuasa,Rasul-Nya dan suami tercinta tentunya. Boleh dibilang, saya dan orang tua, terutama Ibu, saling telfon-telfonan minimal 2 kali seminggu. Sekedar saya menanyakan kabar beliau berdua, kesehatannya bagaimana, cerita tentang "kekreatifan" cucu-cucunya, atau bahkan sekedar minta doa restu ketika kami ada yang ulang tahun dan lain-lain.

Pernah sekali waktu, karena kesibukan kerja, urusan sekolah anak-anak dan lain-lain, saya lupa menelfon dan mendapat kabar ortu dan mertua selama 2 pekan. Ya Allah, ternyata ketika menelfon, Ibu baru saja naik gula darahnya, Bapak ternyata ada masalah dengan sendi lehernya. Sementara Bapak mertua, di saat hampir bersamaan baru beberapa hari jatuh dari motor dan pergelangan kaki patah, dan Ibu mertua tensinya naik sampai 180. Sedih sekali saya, rasanya kecolongan.

Jangankan di Depok, yang bisa kami bertelfonan setiap saat jika perlu, jauh di Jerman dan Amerika pun, pertama sekali suami sudah membelikan kartu telfon SLI yang cukup murah (sekitas 5-8 sen/menit, setara 600-100 rupiah per menit) untuk saya istrinya. Karena beliau tahu, seya pasti akan sering berkomunikasi dengan orangtua via telfon.

Tentunya...ada batas bertelefonan, bukan berarti saya selalu curhat apa saja kepada ortu dan mertua. Jika sekiranya kabar yang menyedihkan, akan saya bilang pelan-pelan, tidak drastis. Karena, mengingat mereka semua sudah sepuh, ditas 60 tahun semua usianya. Sebaiknya sih, saya selalu cerita yang menyenangkan dan membahagiakan

Kepada mertua, saya lebih sering bertukar kabar via sms, karena kalau mau menelfon pun harus sms dulu,karena HP dipegang oleh kakak ipar yang serumah dengan mertua dan juga bekerja, jika sudah berhasil sms, baru buat janji : "Nanti 15 menit lagi saya telfon". Kadangkala dijawab :" Telfonnya 3 jam lagi ya,karena saya (ipar) sedang tidak dirumah". Seringkali sulit juga berkomunikasi, karena kakak ipar sedang sibuk, jadi waktunya tidak pas antara waktu saya ingin telfon dan waktu luang mertua/ipar nun jauh disana.

Suatu malam, magrib, saya kaget bukan kepalang. Mertua bertanya kabar suami yang saat itu sedang keluar kota. Kata beliau :"Bapak kok punya firasat tidak enak hari ini, mas Budi kemana". Wah...saya langsung minta maaf karena lupa sms beliau bahwa Mas keluar kota beberapa hari. Segera juga saya telfon suami, untuk memastikan kabar bahwa beliau baik-baik saja. Dalam hati deg-deg-an juga...sambil berdoa "ya Allah, semoga tidak ada sesuatu yang buruk terjadi". Maklumlah, saat itu beliau mesti keliling daerah dengan berbagai kendaraan dan berkunjung ke berbagai medan yang lumayan berat.

Ya, kekhilafan saya, disebabkan, kadang jadwal kerja suami tidak menentu. Kepergian keluar kota juga baru diketahui beberapa jam menjelang berangkat. Alhasil, saya sendiri sudah heboh membantu menyiapkan koper dan barang lainnya, lupa -lah saya sms mertua.

Lainkali, saya ingat-ingat deh....oya, teman yang di luar kota, luar negeri, yang jauh dari Orangtua, kapan ya...terakhir kali menyapa mereka walaupun hanya lewat telfon ? Mungkin week-end ini waktu yang tepat, sudah memasuki akhir 2007 lho...ngga terasa waktu berlalu.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.