mia's posts with tag: keluarga
|  | Dokumentasi keluarga, sebelum tercecer hilang |
Dari milis ibu-ibu, thanks to mom Nurul Prinawengrum (narasumber), aku copy paste ya..... Belum ada waktu untuk menulis, padahal ide-ide banyak sekali di kepala, tapi apadaya...tanganku hanya dua (disambi masak, mandikan anak, dan lain-lain) oh pengasuh anak-anak, cepat datang dong... Posted by: "Nurul Prinawengrum" Renungan untuk suami-suami Bila Istri Cerewet
Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP5. Apakah BP5 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuk yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi pagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.
Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
WallahuAlam.
|  | Setelah menikah saya baru merasakan pulang mudik, dulu semua keluarga ada di Jakarta. Kakek nenek om tante semua di Jakarta, ada beberapa keluarga di pulau jawa, tapi mereka datang ke Jakarta setiap Idul Fitri.
Akhirnya setelah menikah saya merasakan pulang kampung, TIdak selalu tiap Idul Fitri, kadang ketika Idul Adha, Liburan sekolah, atau waktu lainnya. Kami biasanya menginap di Hotel Daradjati, Purwokerto. Sudah 6 tahun ini kami menginap di sana. Bookingnya pun jauh hari, 3 hari sebelum Ramadhan saya sudah pesan Family Room. Karena mereka hanya punya 6 Family Room dan sekitar 25 kamar biasa.
Yang ngangeni dari hotel kecil ini adalah suguhan sahur dan berbuka puasa makanannya enak sekali. Porsinya cukup banyak untuk orang dewasa. Ketika Idul Fitri, selesai shalat kami juga mendapat ketupat komplit dengan opor dan sambal goreng hati yang yummy. Ketupatnya pulen berbau kayu bakar, opornya mlekoh dan sambal goreng hatinya legit, lihat di foto no.1. Personal touch seperti ini yang membuat kami kembali lagi...
Saya bukan keluarga owner atau marketingnya..kekurangan hotel ini juga ada. Karena cukup tua, kamar mandi mulai terlihat kusam walau tetap bersih. Tempat parkirnya pun pas-pasan saja untuk menampung mobil tamu. |
|  | Perjalanan mudik yang seru, kami salah prediksi. Perjalanan yang biasanya memakan waktu hanya 6-8 jam, kali ini 16 jam diselingi 2x rehat sholat dan makan siang. Rencana shaum pun dibatalkan karena shafar... Subhanallah, tol cikampek yang biasanya dilalui dalam 1-2 jam, kemarin perlu waktu 5 jam untuk menembusnya.
Motor masih mendominasi perjalanan, banyak sekali motor membawa balita. kecelakaan juga banyak terjadi, pengendara motor terluka, bis terguling, serempetan dan entah apalagi. Kami masuk jalur tengah, bukan Pantura. Pantura macet total, mobil nyaris tak bergerak.
Biasanya kami lewat pantura. Kali ini kami lewat jalur tengah lewat Cikampek-Subang-Kadipaten-Majalengka-Cirebon-Tanjung dan kembali bertemu Jalur Pantura yang biasa kami lalui.
Mudik memang ngangenin....jadi jangan salahkan semua orang yang ingin mudik. Pulang kepada kerabat, keluarga dan teman |
 | Mudik | Oct 10, '07 12:20 AM for everyone |
Assalamu'alaikum sedulur, temans, dan rekan-rekan... pamit ya, Insya Allah beberapa saat lagi kami sekeluarga mau mudik ke Jawa Tengah. Koper sudah siap. Mas Budi sedang mengumpulkan tenaga untuk menyupir lebih dari 8 jam. Dan pastinya beliau tidak mau bergantian menyupir... Doakan lancar dan selamat di perjalanan, sampai tiba di tujuan Selamat Idul Fitri...Ied Mubarok.TaqobalaLlahu mina wa minkum. Maaf lahir bathin. Maaf jika dalam penulisan MP ada hal-hal yang menyingung. Maaf untuk semua kekhilafan sengaja maupun tidak disengaja. Wassalamu'alaikum wR wB Kel.Budi-Mia-Afra-Hanif-Rifqi
|  | Ini adik saya, Rully, sekarang sedang di Sydney, melanjutkan kuliah. Kami dekat banget satu sama lain, beda usia yang hanya 2 thn, membuat kami seperti sahabat. |
| |