Catatan Cinta Kami Sekeluarga

mia's posts with tag: jalan-jalan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jalan-jalan
ddd
dThumbnaild
ddd
Beneran, jangan lupa bawa KTP ya, usia diatas 60 tahun gratis,
aku sama Uti, dan Uti masuknya gratis
Foto ngga banyak, dilarang foto soalnya, yg kufoto cuma yg memberi izin saja

---------------------------->

Inacraft di Hall A dan B JHCC (Jakarta Hilton Convention Centre)Pak, Bu.
Itu loh, Gedung Pameran belakang hotel Hilton.
Pameran mulai dari jam 10 pagi ampe jam 9 malem.
Dari tgl 23 sampe Minggu 27 April 2008
Tiket masuk Rp 10.000
Gratis usia 60 tahun ke atas, anak-anak ga tau deh, gratis atau enggak ya?

Masuk dari Parkir Timur Senayan (Lapangan Softball) juga bisa, dari arah Gatot Subroto juga bisa (arah gedung MPR/DPR atau seputaran Taman Ria Senayan)

Kabar baiknya, parkir bayar di muka, 3000 rupiah parkir sepuasnye, kemaren saya parkir 4 jam juga gak nambah, kirain nambah lagi :)

RECOMENDED:

- Buat yang mau beli pernak pernik rumah, keramik, lampu, ukiran, laci, taplak, karpet, pajangan, kaca, dan aneka rupa barang laen

-Batik bener-bener buanyak dengan rentang harga bervariasi
Setelah diklaim Malaysia, baru bangsa Indonesia nyadar kali yeee, bahwa batik bener-bener bagus sekali. Duh, aku kalap liat batik disini, macem-macem, Batik dan kain Tradisional lainnnya (tapi 70% masih Batik Jawa-Madura, mulai batik Pekalongan, Cirebon, Jogja, Solo, Madura, Tuban, aaah buanyaaak)
Bahan batik untuk blus ukuran 2mx1,10m mulai RP 50 ribu- 300 ribu, tapi oh nooo, ada yang bagus, ternyata harganya belasan juta
Blus baby doll batik dari 80 ribu- 500 ribuan (ada harga, ada rupa juga)
Kemeja batik juga segitulah, antara 75 ribu- entah berapa yang sutra
Batik untuk taplak, dll jarang, banyakan bahan dan baju
Selimut tambal batik ala Patchwork, bagus deh

Beberapa stand Hall B yang berdesak-desakan, ada mbok batik ala pasar Klewer dan Bringharjo, bener deh, ini Jogja, Solo apa Jakarta seeeh?
Mereka bawa batik ala patchwork (batik bertambal) agak kusam menurutku (selera bisa beda kan ya?) dalam bentuk rok dan blus

Catatan:

-Bordir, sulam pita dan sulam mawar yang tahun lalu banyak, tahun ini ngga begitu banyak lagi, dan terlihat sepi stand-nya

- Bawa uang Cash, banyak stand ga terima debit apalagi kartu kredit. Jadi harus siap sedia uang cash

-Yang punya kartu BNI, ada diskon spesial 10% (khusus di stand berlogo 10% disc by BNI) tapi tanya dulu ama penjualnya. Aku beli beberapa Batik, pake debit BNI, ternyata diskon baru berlaku untuk pembelian diatas 200 ribu. Toko lain malahan yang diskon hanya item barang berharga mahal (misalkan 500 rb/buah)
Banyak stand gesek kartu kredit, ga mesti BNI. Tapi ya itu, mereka mau gesek diatas jumlah tertentu, bisa 100 atau 200 ribu, harus ditanya dulu.

NOT RECOMENDED :

- Bawa anak kecil, apalagi kalau balita/bayi pake stroller. Pameran penuh abis, mulai dari pekerja kantoran, pekerja seni, bule, belel, dll ada semua, pada nenteng patung, gerabah, lampu gede, keramik. Kemaren aku liat beberapa balita berstroller kesenggol mereka yg beli patung. Kebayang kan?
Ada peristiwa adu mulut deh ibu Balita dan Pengunjung laen.

- Pake selop tinggi, duh kasian itu kaki,nanti capek.
Hall A dan B luas bener 4 jam disini waktu kurang buanget, banyak yang diliat. Lebih baik pake sepatu/sendal teplek aja. Aku pake sepatu kets, supaya nyaman.

- Sholat ngga nyaman, kamar mandi sangat sangat penuh, dan sulit berwudhu sebaiknya shalat di rumah dulu, sebelum berangkat.

-Isi perut dulu, ngga seperti tahun lalu, ada beberapa stand makanan (berat) khas daerah, stand makanan jarang di Inacraft tahun ini. Ada paling jual kue, rendang, makanan kecil, camilan Jadi repot, kalau lapar mesti keluar dulu untuk cari makanan.

Masih ada 3 hari ini, Happy hunting
Barang produksi Indonesia bagus-bagus, aku selalu bangga ama Inacraft


Photo AlbumKafe Buku @ Margonda (6 photos)Mar 10, '08 9:11 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Aku baru kesini sekali aja, beberapa bulan lalu, Desember kayanya, itu juga dateng karena nunggu mobil diganti ban, dan harus masuk bengkel 2 jam, lama juga. Mau kemana lagi? Pergi jauh koq tanggung. Diluar hujan lebat banget. Ya sudah, kebetulan disini bisa ngupi dan mbaca. Kalo ngga salah jadi tempat launching buku MP'ers ya? OGOL (One Giga Bytes of LOve, cmiiw kalo salah ejaan)

Kesan pertama, sirkulasi udara kurang bagus, pake AC 1, dan agak sumpek, enakan kalo jendelanya dibuka kali ya?
Bukunya juga buku lama, banyak majalah, dan paling enak emang bawa buku sendiri, dibaca disini

Cocok untuk 'solitaire people' yang mau menyendiri, mau nulis puisi, nulis cerpen, mau duduk lama disini, pelayannya juga ngga reseh bolak balik angkut piring gelas kotor.

Saya makan sandwich dan minum aja, ngga laper saat itu
Ada yang punya nostalgia disini?

Seperti biasa, tiap postingan tempat makan dan minum, saya beneran ngga punya hubungan teman, tetangga, kerabat, apalagi kalau itu punya sendiri :)

Jadi diusahakan penilaiannya obyektif.

Blog Entry Ojek, Angkot, Kereta Api dan BajajNov 6, '07 12:14 AM
for everyone

Catatan hari imunisasi Rifqi, dimulai jam 05.00 pagi, beres-beres rumah dan anak-anak. Sengaja Ummi mau ke YPK pagi, kalo kesiangan, penuh banget. Berhubung jauh dari Depok, ke YPK di Menteng, maka jadilah Ummi dan Rifqi bertualang berdua. Hari ini jadwal Bapak ngajar pagi, jadi kami nggak diantar. Mau nyetir sendiri, waah...pas panasin mobil, lampu indikator udah kedip2, bensin tinggal dikit. Gawat juga...waktu tinggal 30 menit, jarak sekitar 30 km. Ya sudah,hari ini kita estafet aja naik kendaraan. It's OK, kita jalani berdua ya nak...

Dari rumah naik ojek, wa...Rifqi senang sekali...excited liat air di jembatan ciliwung. Kemudian disambung naik angkot ke stasiun UI. Berjalan beberapa menit, dari Margonda kedalam stasiun,sampailah kami ke stasiun. Kereta datang, jurusan Tanah Abang, penuh juga, seorang ibu baikhati memberi kami bangku. Rifqi excited melihat tukang jualan tahu sumedang, mangga, jeruk, jepit rambut, stiker, buku agama, dan lain-lain. Dan hanya bertanya : "Ummi, kakak kenapa?" melihat pengemis cilik dan penyapu lantai kereta cilik.

Turun kereta kami menyambung bajaj, 30 menit dari Depok, sampailah kami di YPK, lumayan penuh karena pekan lalu Dr. Latief tidak praktek. Menunggu 20 menit, kami masuk. Rifqi disuntik hanya menangis 5 detik, lalu senyum kembali. Selesai imunisasi, Ummi sarapan soto mie dan Rifqi somay. Dari dulu jajanan depan YPK sedap semua, sate, soto mie, gado-gado, rujak.

Pulang rute dibalik, bajaj disambung KA Expres ke Depok, 20 menit kami sampai di Depok. Alhamdulillah dijemput Bapak yang sudah kelar ngajar dan bimbingan. Tak sampai jam 11 urusan imunisasi selesai, kalau nyetir sendiri, mungkin jam 1 siang baru sampai. Dan yang penting, Rifqi excited naik kereta api dan bajaj, foto-foto tidak ada, secara Ummi hanya berdua Rifqi tidak memungkinkan motret-motret.

 

  


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.